Menteri Perhubungan, Bapak Budi Karya Sumadi, menawarkan Diklat Vokasi gratis kepada para santri Pondok Pesantren Ma'hadut Tholabah –

Menteri Perhubungan, Bapak Budi Karya Sumadi, menawarkan Diklat Vokasi gratis kepada para santri Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah

Posted by

Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug Capt. Novyanto Widadi, S.AP., MM., ikut dalam rombongan Menteri Perhubungan dan Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan yang sedang melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah, Babakan Lebaksiu, Tegal, pada Sabtu (23/9).

 

whatsapp-image-2017-09-23-at-15-00-25-1

Pada acara tersebut, Menteri Perhubungan, Bapak Budi Karya Sumadi menawarkan Diklat Vokasi gratis kepada para santri Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah.

 

Pada kesempatan tersebut, Menhub menjelaskan program Diklat Pemberdayaan Masyarakat dari Kemenhub yang mengalokasikan 262 orang untuk santri Pondok Pesantren. “Kita punya program Diklat Pemberdayaan Masyarakat, dimana kita memberikan diklat vokasi gratis untuk 48.335 orang. Kita alokasikan 262 orang bagi para santri Pondok Pesantren,” jelas Menhub.

whatsapp-image-2017-09-23-at-14-22-43

 

whatsapp-image-2017-09-23-at-14-23-31  whatsapp-image-2017-09-23-at-15-31-21

 

Lebih lanjut Menhub memberikan gambaran terkait diklat vokasi tersebut. “Mereka nanti bisa bekerja di kapal, kereta api dan bandara. Jadi segera manfaatkan, karena itu gratis, tinggal pilih saja ada yang 7 hari, ada yang 14 hari,” lanjut Menhub.

Menhub juga menerangkan terdapat lembaga pendidikan dan pelatihan di bawah Kemenhub yang ada di Jawa Tengah yang dapat menampung lulusan SLTA dari Pondok Pesantren. “Di sini kita punya beberapa sekolah, ada Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal yang melaksanakan diklat vokasi transportasi darat dan Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang dengan program diklat transportasi laut,” terang Menhub.

Untuk Diklat di PKTJ Tegal dan PIP Semarang, Menhub mengatakan akan memberikan alokasi khusus. Meski ada alokasi khusus, Menhub mengatakan para santri harus mengikuti tes kompetensi terlebih dahulu. “Kita memang kasih alokasi kuota, tapi tetap harus ikut tes kompetensi, karena kita tidak ingin sekolah kita tidak baik. Lebih dari itu, nanti kita cari yang pinter-pinter, nanti kita tes untuk jadi nakhoda, pilot, masinis, dengan pendidikan 3 sampai 4 tahun,” kata Menhub.

Menhub berharap para santri dari Pondok Pesantren yang sudah berumur 101 tahun ini, dapat memanfaatkan kesempatan menjadi insan transportasi dan bersama-sama membangun sektor transportasi Indonesia. “Saya tunggu para santri bergabung menjadi insan transportasi dan bersama-sama membangun sektor transportasi untuk Indonesia yang lebih maju,” ujar Menhub.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Pengendalian DAS-HL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hilman Nugroho menyerahkan sejumlah bibit tanaman pada Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah. “Kami serahkan 2000 bibit pohon produktif. Bibit ini 4 sampai 5 tahun ke depan bisa berbuah, sehingga di sini tidak akan kekurangan buah. Ada pohon ada air dan ada air ada kehidupan, Insya Allah kesejahteraan tetap ada. Kalau kurang saya akan kirim lagi secara gratis. Mudah-mudahan berkah,” tutup Hilman.

 

whatsapp-image-2017-09-23-at-15-00-25

 

Turut hadir dalam acara ini Dirjen Pengendalian DAS-HL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hilman Nugroho, Sekretaris BPSDM Perhubungan M. Yugi Hartiman, Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug Capt. Novyanto Widadi, S.AP., MM., Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tegal Abdul Honi, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah KH. Hamam Isa Mufti, Pengasuh Santriwan Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah KH. Mohammad Syafii Baidlowi, dan Pengasuh Santriwati Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah KH. Nasichun Isa Mufti.

STPI Curug